Pada penghujung tahun seperti sekarang ini, hujan memang sedikit mengganggu aktivitas para pemancing, tidak terkecuali pemancing dasaran atau pemancing dengan teknik casting. Peningkatan curah hujan menyebabkan debit air sungai/danau/kolam juga meningkat. Meningkatnya debit air sungai menyebabkan arus menjadi deras, dan warna air menjadi keruh. Keruhnya warna air disebabkan aliran air yang deras dan membawa endapan lumpur dari hulu. Selain itu, penyebab sungai menjadi keruh saat musim hujan adalah karena pepohonan disepanjang aliran sungai sudah mulai jarang, sehingga saat air hujan menyentuh tanah secara langsung, membawa tanah dan ranting-ranting pohon yang berserakan di bebukitan menuju sungai, akhirnya sungainya keruh dan mudah banjir. Kondisi air yang banjir dan keruh tentu saja bukan kondisi yang pas untuk mancing, Mengapa demikian? Karena kekeruhan air mempengaruhi daya ikat air terhadap oksigen, hal tersebut menyebabkan ikan kekurangan oksigen, batas pandang ikan berkurang, dan tertutupnya insang oleh partikel lumpur, dengan demikian nafsu makan ikan juga menjadi berkurang.
Mengutip penjelasan seorang angler di sebuah forum mancing, pada spot sungai dan danau/waduk, perubahan musim mempunyai pengaruh yg signifikan terhadap perilaku ikan, terutama pola makannya. Hal yg paling mendasar adalah faktor temperatur (suhu) air, karena ikan cendrung akan beradaptasi dengan lingkungannya. Untuk musim penghujan disaat debit air meningkat kadar oksigen lebih terkonsentrasi dipermukaan air dan ikan akan lebih leluasa mencari makan untuk pertumbuhannya. Penyebarannya juga akan meluas meliputi daerah-daerah baru yang tergenang air, sehingga ikan lebih mudah mendapatkan makanan. Disaat seperti ini pemancing harus jeli memilih spot yg tepat, dan menurut kebiasaan ikan akan lebih terkonsentrasi pada daerah pinggiran atau yg lebih dangkal.
Berbeda pada saat kemarau, temperatur air dipermukaan akan meningkat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen, dan ikan akan lebih banyak berada di tengah antara dasar sungai/danau dan permukaannya. Pada saat seperti ini ikan juga lebih banyak berada dibawah persembunyiannya seperti rumput atau batang-batang pohon yg jatuh ke air. Ini akan sedikit berbeda pada sungai yang mengalir, karena biasanya kondisi air tetap terjaga, hanya debitnya saja yg berkurang. Manfaat dari berkurangnya debit air bagi pemancing adalah ikan akan terkonsentrasi pada suatu kawasan yg lebih dalam. Dan ikan pun akan tetap agresif makannya untuk bertahan hidup.
Kesimpulannya, kualitas air mempengaruhi nafsu makan ikan. Pada saat banjir dan kondisi air keruh, suhu air juga berubah. Kondisi seperti ini membuat ikan -mungkin- berpindah tempat (migrasi) karena mencari tempat yg kondisinya lebih sesuai dengan daya tahan tubuhnya karena pengaruh suhu air tersebut. Kalo dipikir-pikir, kurang pas juga mancing ikan sementara ikan lagi ga nafsu makan. Jadi, tidak ada salahnya mengurangi aktivitas memancing pada musim penghujan, sambil menunggu kondisi air kembali normal dan migrasi (penyebaran) ikan mencari tempat tinggal baru. Lagipula, saya pikir ga ada untungnya juga mancing sambil diguyur hujan, alih-alih dapat ikan, bisa jadi kita malah kena demam, so...act wisely.




7:41 PM
Jerry Leman



