Friday, November 30, 2012

Bekantan

Terkenal dengan bentuk hidung yang besar dan menonjol, Bekantan hanya terdapat di hutan Borneo. Kelangsungan hidup mereka di alam liar terancam akibat pembabatan hutan. (National Geographic)

Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis. Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. Dalam bahasa Brunei (kxd) disebut bangkatan.

Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75cm dengan berat mencapai 24kg. Monyet betina berukuran 60cm dengan berat 12kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.

Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Borneo (Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunai). Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaputnya. Selain mahir berenang, bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.

Akibat dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, bekantan dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.

Sumber: Wikipedia dan National Geographic

Fast Facts:

Type: Mammal

Diet: Omnivore

Size: 24 to 28 in (60 to 70 cm)

Weight: Up to 50 lbs (23 to kg) (males)

Group name: Harem or band

Protection status: Endangered

Did you know?

The only fruit proboscis monkeys will eat is unripe fruit. The sugars in ripe fruits can ferment in their stomachs and cause fatal bloating.

Size relative to a 6-ft (2-m) man:

Thursday, November 29, 2012

CNR

Apa sih CNR? CNR adalah kependekan dari Catch and Release. Wikipedia menerangkan bahwa CNR adalah sebuah praktek yang dilakukan dalam recreational fishing yang tujuannya untuk konservasi, dalam hal ini, konservasi terhadap ikan. Oleh karena jumlah beberapa spesies ikan sudah mulai berkurang, maka dihimbau kepada setiap pemancing untuk menerapkan CNR. prakteknya dapat dilakukan dengan cara menggunakan mata pancing tanpa ruit (barbless hook), agar mata pancing mudah dilepas pada saat ikan masih berada dalam air. Penggunaan mata pancing tanpa ruit sangat penting, karena dapat mengurangi tingkat cedera pada ikan, dan penanganannya juga lebih singkat.

Salah satu sisi baik dari CNR adalah, ikan dapat bertahan hidup setelah dipancing. Tapi tahukah anda, bahwa CNR juga merupakan salah satu faktor yang dapat membunuh ikan? Kesalahan penanganan pada saat akan melepas mata pancing dapat membuat ikan mati. Penelitian membuktikan bahwa ikan yang terkena mata pancing (meskipun telah di-release) akan mengalami physiological stress yang dapat membuatnya shock. Mata pancing yang terkait pada bagian mulut ikan, atau bahkan tertelan, akan dilepas oleh pemancing dengan cara memasukkan jari atau tang ke dalam mulut/tenggorokan, ketika mata pancing terlepas, beberapa bagian kecil tenggorokan atau bahkan daging juga ikut terlepas hingga mengakibatkan daya tahan tubuh mereka terganggu. Hal tersebut dan beberapa luka lain dapat menyebabkan ikan tersebut menjadi mangsa yang empuk bagi predator.

Ikan dapat merasakan sakit. Seperti halnya binatang atau hewan lain, ikan juga memiliki jaringan syaraf. Ikan yang terkait mata pancing akan berusaha untuk melepaskan diri dari ketakutan dan rasa sakit. Begitu ikan berhasil ditarik dari air, maka mereka akan lemas, sulit bernafas, dan insang tidak akan berfungsi.

Kepada rekan-rekan pemancing, CNR tidak semudah yang kita bayangkan, bukan?

Sumber berita:

People for Ethical Treatment of Animals

Science Daily