Joran tegeg adalah salah satu joran pancing yang biasanya lebih sering digunakan untuk memancing di air tawar. Pada umumnya joran jenis ini memiliki panjang antara 2,5m hingga 6m, sehingga cukup panjang dan nyaman ketika digunakan untuk memancing. bagi beberapa pemancing disini, tegeg biasa digunakan untuk memancing ikan Kebalis dan anak ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii), salah satu jenis ikan sungai yang umumnya berukuran tiga jari orang dewasa (ikan ini biasa diukur dengan menggunakan jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis yang disatukan). Saya pribadi sebenarnya tidak begitu tertarik untuk memancing dengan menggunakan joran ini, namun saya pikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Berbekal sebuah tegeg berukuran 2.4m, senar mono 10lbs, timah pancing kecil berukuran bulat, dan sebuah pelampung busa buatan sendiri, saya pun mulai merakit "senjata".
Selain daripada joran tegeg, hal lain yang menentukan kesuksesan memancing ikan tengadak adalah umpan. Umpan yang biasa dipakai untuk memancing ikan tengadak berukuran kecil adalah racikan kacang tanah dan nasi putih. Kacang tanah yang digoreng dengan menggunakan pasir harus sudah dipisahkan dari kulit ari nya, di-uleg hingga halus dan mengeluarkan minyak, kemudian dicampur dengan nasi putih. Minyak dari kacang tanah inilah yang menjadi daya tarik anak ikan tengadak, sedangkan nasi putih hanya sebagai perekat saja. Selain racikan kacang tanah dan nasi, umpan lain yang sering digunakan adalah potongan tempe berukuran kecil berbentuk kubus, udang kolam yang berukuran kecil (rebon), dan ulat pisang. Setelah semuanya lengkap, saya mulai menimbang-nimbang spot mana yang akan saya pancing.
Tidak jauh dari tempat tinggal saya, ada sebuah sungai yang biasa dikunjungi oleh para pengguna pancing tegeg. Lima menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor, dan kurang lebih 2 menit jalan kaki menyusuri hutan, kepercayaan diri saya semakin bertambah ketika sayup-sayup terdengar suara gemercik air sungai. Sesampainya di pinggir sungai, saya segera menarik semua ruas joran tegeg keluar, memasang umpan di mata kail yang berukuran kecil, dan mulai memancing.
Dua puluh menit berlalu tanpa satupun sentakan ikan, sementara umpan yang saya gunakan sudah beberapa kali diganti. Melihat kondisi air yang berarus agak deras, sugesti saya mengatakan bahwa ada ikan disitu. Sabar, adalah kunci dalam memancing dengan teknik ini. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya pelampung tenggelam. Spontan, joran saya sentak sedikit untuk membuat mata kail tertancap lebih dalam, tarikan anak ikan tengadak begitu sensasional saya rasakan, meskipun tidak berlangsung lama.
Satu ekor anak ikan tengadak berhasil saya daratkan, meskipun berukuran kecil, tarikannya sangat luar biasa di arus deras, apalagi dengan menggunakan joran tegeg yang berujung lentur. Dua jam telah berlalu, meskipun hanya 2 ekor yang berhasil didaratkan, tapi sensasi tarikan yang saya rasakan sangat luar biasa.




7:51 PM
Jerry Leman




0 comments:
Post a Comment