Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah perdebatan mengenai penggunaan double hook untuk tujuan release. Salah satu pihak mengatakan, double hook pada hard lure (terutama hardfrog) akan lebih mudah dilepas apabila terjadi hook up, karena kemungkinannya adalah hook up pada bagian depan mulut ikan (tidak sampai tertelan). Berbeda dengan hard lure (hardfrog), double hook pada soft lure (softfrog) akan lebih sulit di-remove ketika hook up, karena posisi double hook point yang berada di bagian tengah lure. Well... this is interresting to discuss.
Sebelum kita bahas lebih lanjut, sebaiknya kita mundur sedikit ke belakang untuk melihat fungsi dari masing-masing hook yang beredar di pasaran saat ini. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para pakar kait mengait (terutama Captain Hook), berikut saya uraikan fungsi hook berdasarkan bahasa sehari-hari dan berdasarkan pengalaman pribadi.
1. Single Hook
(Courtesy of Taskers-Angling.co.uk)Single Hook digunakan pada awalnya hanya untuk memancing ikan, udah itu aja. Caranya yaaa...dengan dibubuhi umpan. Single hook lebih umum digunakan untuk memancing dengan tehknik dasaran (bottom)
2. Double hook
(Courtesy of LeaderTec)Manusia memang tidak pernah puas akan sesuatu, termasuk juga untuk urusan mata kail. Ga puas dengan single hook, dikembangkan lagi menjadi double hook. Kalo saya secara pribadi melihat, double hook diciptakan agar kapasitas hook up lebih maksimal. Double hook yang beredar saat ini lebih ditujukan buat top water lure yang biasa kelayapan di rawa, dengan kata lain, weedless.
3. Treble Hook
(Courtesy of OwnerHooks)Ga puas dengan Double hook, manusia membuat treble hook agar kapasitas hook up lebih dan lebih dan lebih maksimal. Jenis hook seperti ini lebih cocok buat pelagic lure, seperti minnow dan crank.
Dari uraian singkat di atas, dapat kita bayangkan fungsi dan efek masing-masing jenis hook terhadap ikan. Pada saat terjadi hook up, kita tidak bisa memastikan dimana posisi hook terkait pada ikan, di bibir? di bagian tengah mulut? tertelan sampe perut? atau bahkan terkait pada ekor? Tak satupun angler di muka bumi ini bisa memastikan. Posisi hook terkait pada ikan juga mempengaruhi tehnik seorang pemancing melepas mata kail tersebut. Berikut Penampakannya.
(Courtesy of Dark Art Caster)
(Courtesy of Dark Art Caster)Ini yang paling parah...heheheh.
(Courtesy of Alexandri Pangamiano)Sekarang coba dibayangin, mana yang paling gampang dan mana yang paling susah untuk melepas hook dari beberapa foto di atas.
Apabila tujuan mancing hanya untuk catch, photo, records, dan release, mata kail yang paling direkomendasikan adalah mata kail tanpa ruit (barbless hook).
(Courtesy of Matsuo.com)Saat ini, barbless hook lebih populer dikalangan pemancing luar negeri untuk tujuan CNR (Catch and Release). Tetapi apabila tujuannya untuk menambah menu di meja makan, cara apa saja digunakan, yang lebih sadis lagi adalah dengan racun (yang ini jelas lebih ganas, lebih mengerikan, dan lebih mematikan dari jenis hook apapun di dunia ini)
sebagai penutup, saya sampaikan pesan dari IGFA:By properly landing and handling fish that are destined to be released, you’ll be doing your part to ensure that there will be more and bigger fish for the next generation of anglers.
Salam Strike!


11:55 AM
Jerry Leman




2 comments:
intinya kan barbless hook pakai treble aja buang ruitnya jadi deh barbless nya,,,hehehehe....
Setuju dengan single barbless hook,. mantabh mas,.
http://photonosh.blogspot.com/
Fly fishing Indonesia
Post a Comment